InilahIndonesia.com, Jakarta,–Menteri Dalam Negeri melalu Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya merespons ramainya video yang beredar di media sosial, memperlihatkan Bupati Jeneponto Paris Yasir mengamuk di jalanan seusai dilantik menjadi Bupati Jeneponto.
Bima kemedia mengatakan bahwa pihaknya akan meminta penjelasan langsung dari Bupati Jeneponto terkait insiden keributan yang terjadi di jalan tersebut. “Kami akan minta penjelasan dari Bupati Jeneponto Paris yasir ,” jelas Bima kemedia
Mentri Dalam Negeri menekankan bahwa setiap kepala daerah memiliki tanggung jawab sebagai Pelayan Masyarakat untuk menjaga ketenangan dan mengayomi seluruh warganya, tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan pilihan politik dan perbedaan Dukungan disaat mencalonkan.
“Seharusnya Bupati sebagai Pemimpin menjaga Sikap dan lisannya, mengayomi seluruh warganya, menciptakan suasana yang sejuk, serta berdiri dan melayani seluruh warga tanpa terkecuali dan tidak membeda bedakan apa pun asalnya dan pilihan politiknya,” tegas Bima.
Sebelumnya, video yang memperlihatkan Paris Yasir mengenakan setelan putih-putih dan dasi hitam, keluar dari jendela mobil Dinas DD .1 .G dan duduk sembari menaikkan dua Tangan dan mengacungkan dua jari kepada warga,dengan mengatakan ” Dua dua dua ” setelah itu turun dari mobil mendekati pemuda tersebut dengan menunjuki dengan gaya emosi “Apa masalahmu sama saya? Apa maumu?” ujar Paris dengan nada emosi, sehingga , ini ramai diperbincangkan di media sosial.
Insiden ini bermula saat rombongan Bupati dan Wakil Bupati Jeneponto, Paris Yasir-Islam Iskandar, dalam perjalanan menuju Rumah Jabatan Bupati Jeneponto seusai pelantikan oleh Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, di Kota Makassar pada Jumat (21/3). Saat rombongan melintas di Desa Banrimanurung Kecamatan Bangkala, mereka dihadang oleh sekelompok warga yang berteriak dengan kata-kata yang dianggap menyinggung.
Untuk meredam situasi, Paris Yasir turun dari mobil dan mencoba menenangkan simpatisannya yang tersinggung dengan perkataan warga tersebut. Keributan akhirnya berhasil diredam dan perjalanan rombongan dilanjutkan ke Rumah Jabatan Bupati Jeneponto.
“Setelah itu, pemuda yang mengadang diamankan, dan Pak Bupati melanjutkan perjalanan untuk melaksanakan buka puasa bersama masyarakat Jeneponto yang sudah lama menunggu,” kata Sudirman.
Pemerintah pusat melalui Kementerian Dalam Negeri akan terus memantau perkembangan situasi ini dan memastikan bahwa kepala daerah mampu menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab serta menjaga ketertiban dan kedamaian di tengah masyarakat.
Pewarta: Sudir /Tim med