Fokus Produktif dan Digital Jadi Pilar Transformasi
TAKALAR, InilahIndonesia.com – Kepemimpinan Mohammad Firdaus Daeng Manye bersama Wakil Bupati Hengky Yasin genap satu tahun sejak dilantik pada 20 Februari 2025.
Dalam kurun waktu tersebut, arah pembangunan Kabupaten Takalar menunjukkan pergeseran signifikan menuju pola pembangunan yang lebih produktif, modern, dan berbasis digital.
Memasuki tahun pertama pemerintahan baru, capaian makro ekonomi Takalar memperlihatkan tren yang menggembirakan.
Pada 2025, pertumbuhan ekonomi daerah tercatat sebagai yang tertinggi dalam empat tahun terakhir. Indikator ekonomi makro menunjukkan pergerakan positif—ditandai meningkatnya aktivitas produksi, konsumsi masyarakat, serta geliat sektor usaha lokal.
Kebijakan yang berorientasi pada penguatan sektor riil, mulai dari pertanian, perikanan, UMKM, hingga pengembangan ekonomi berbasis teknologi. menjadi faktor penting yang mendorong optimisme tersebut.
Transformasi digital yang digaungkan pemerintah daerah turut meningkatkan efisiensi pelayanan publik dan memperluas akses masyarakat terhadap peluang ekonomi.
Bupati Firdaus Daeng Manye menegaskan bahwa pertumbuhan ekonomi tidak boleh berhenti pada angka statistik semata.
“Pertumbuhan harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat dan dirasakan hingga ke desa-desa,” tegasnya.
Pemerintah daerah, lanjutnya, berkomitmen menjaga stabilitas pertumbuhan sekaligus memastikan pemerataan hasil pembangunan.
Dengan visi pembangunan yang produktif, modern, dan adaptif terhadap era digital, duet Firdaus–Hengky menargetkan Takalar menjadi daerah yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan dalam lima tahun ke depan.
Pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibanding empat tahun sebelumnya merupakan indikator awal yang positif.
Namun, esensi pembangunan terletak pada kualitas pertumbuhan tersebut: apakah ia inklusif, mampu menekan ketimpangan, dan meningkatkan daya beli masyarakat secara berkelanjutan?
Kepemimpinan Firdaus–Hengky akan diuji bukan hanya pada keberhasilan mendorong angka pertumbuhan, tetapi pada kapasitas mentransformasikan struktur ekonomi daerah, dari pola konvensional menuju ekonomi yang berbasis nilai tambah, inovasi, dan teknologi.
Digitalisasi pemerintahan dan modernisasi pelayanan publik merupakan fondasi penting bagi tata kelola yang transparan dan efisien.
Jika konsistensi kebijakan terjaga serta sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat terus diperkuat, maka Takalar berpotensi menjadi model transformasi ekonomi daerah yang progresif dan kompetitif di tingkat regional.
Pewarta: Dg Kulle/ Tim med






