TAKALAR InilahIndonesia.com – Memasuki satu tahun kepemimpinan Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye, berbagai capaian pembangunan mulai dirasakan langsung oleh masyarakat. Sabtu, 28/2/2026.
Pemerintahan yang berjalan sejak 20 Februari 2025 ini menunjukkan arah kebijakan yang terukur, terutama dalam percepatan pembangunan infrastruktur dan penguatan sektor strategis daerah.
Salah satu apresiasi datang dari warga Kecamatan Mappakasunggu yang menilai perubahan infrastruktur kini semakin nyata dan progresif. Perbaikan jalan yang selama kurang lebih dua dekade menjadi keluhan masyarakat akhirnya terealisasi pada tahun 2025.
Akses yang sebelumnya rusak dan berlubang kini telah mulus dan nyaman dilalui, memudahkan mobilitas warga sekaligus memperlancar distribusi hasil pertanian, perikanan, dan aktivitas perdagangan lokal.
Keberhasilan tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Takalar bersama Anggota DPR RI, Hamka B. Kady.
Sinergi lintas level pemerintahan ini menjadi contoh konkret bahwa pembangunan daerah membutuhkan jejaring politik yang solid dan komunikasi yang efektif antara pusat dan daerah.
Tidak hanya fokus pada infrastruktur dasar, pemerintah daerah juga melakukan pembenahan sektor pariwisata. Destinasi Wisata Paria Lau di Mappakasunggu kini memiliki pintu gerbang representatif yang menjadi ikon kawasan.
Pembenahan ini bukan sekadar kosmetik pembangunan, melainkan bagian dari strategi penataan destinasi agar lebih tertib, menarik, dan berdaya saing.
Aspek keamanan pun turut diperhatikan melalui pemasangan kamera pengawas (CCTV) di area gerbang masuk. Langkah ini menunjukkan pendekatan pembangunan yang adaptif terhadap era digital, di mana keamanan dan kenyamanan pengunjung menjadi prioritas dalam meningkatkan citra destinasi wisata.
Camat Mappakasunggu, mewakili masyarakat, menyampaikan apresiasi atas kinerja pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Daeng Manye.
“Apresiasi ini kami sampaikan karena apa yang selama ini menjadi keluhan masyarakat, alhamdulillah sudah diperbaiki dan kini manfaatnya benar-benar dirasakan, khususnya perbaikan jalan,” ujarnya.
Secara intelektual, capaian ini mencerminkan paradigma pembangunan berbasis kebutuhan riil masyarakat (need-based development). Infrastruktur jalan bukan hanya proyek fisik, melainkan instrumen strategis untuk menurunkan biaya logistik, meningkatkan konektivitas antarwilayah, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dampaknya terasa pada pelaku UMKM, sektor perikanan, hingga pengembangan wisata pesisir.
Pemerintah Kabupaten Takalar menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pembangunan secara bertahap dan berkelanjutan.
Fokus diarahkan pada peningkatan infrastruktur dasar, penguatan sektor pariwisata, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat sebagai langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Satu tahun kepemimpinan ini menjadi momentum refleksi sekaligus pijakan menuju fase pembangunan yang lebih progresif, terintegrasi, dan berbasis tata kelola modern, demi mewujudkan Takalar yang maju, produktif, dan berdaya saing di tingkat regional maupun nasional.
Pewarta: Dg Kulle/ Tim Med






