TAKALAR, Inilahindonesia.com- Ratusan pelanggan listrik di wilayah jalur KPU hingga Bilacaddi mengeluhkan pemadaman listrik yang terjadi hampir setiap malam dan berlangsung hingga berjam-jam.
Senin, 2/3/2026.
Pada malam ini saja, aliran listrik dilaporkan padam selama hampir tiga jam, memicu gelombang kekecewaan masyarakat.
Seorang warga BTN Arsha Residen mengungkapkan kekesalannya.
“Kalau kami lambat membayar langsung disegel. Kami anggap PLN tidak profesional, hanya mengejar keuntungan tanpa peduli dengan kami.
Apalagi ini bulan puasa, hampir tiap malam begini,” ujarnya, dengan nada kecewa.
Keluhan serupa juga disampaikan warga lain yang merasa aktivitas ibadah Ramadhan, usaha kecil, hingga waktu istirahat keluarga menjadi terganggu akibat pemadaman yang berulang tanpa kepastian waktu pemulihan.
Saat dikonfirmasi melalui layanan pengaduan, pihak PT PLN (Persero) wilayah Takalar menjelaskan bahwa pemadaman disebabkan oleh gangguan pada jaringan distribusi.
Namun, penjelasan tersebut dinilai belum cukup menjawab keresahan warga yang mempertanyakan mengapa gangguan terjadi hampir setiap malam.
Masyarakat berharap ada transparansi lebih jelas terkait penyebab gangguan, estimasi perbaikan, serta langkah konkret pencegahan agar kejadian serupa tidak terus berulang.
Terlebih di bulan Ramadan, kebutuhan listrik meningkat untuk mendukung aktivitas sahur, ibadah, dan usaha rumahan.
Pemadaman listrik yang berulang bukan sekadar persoalan teknis, melainkan menyangkut kualitas pelayanan publik. Sebagai perusahaan milik negara, PLN memegang mandat pelayanan dasar yang bersentuhan langsung dengan hajat hidup orang banyak.
Gangguan jaringan memang dapat terjadi, tetapi frekuensi yang hampir rutin menandakan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi, pemeliharaan infrastruktur, dan manajemen respons cepat.
Transparansi informasi kepada pelanggan juga menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik.
Di era digital dan keterbukaan informasi, pelayanan listrik tidak lagi sekadar soal menyala atau padam, tetapi tentang kepastian, komunikasi, dan akuntabilitas.
Pewarta: Dg Kulle/ Tim Med






