Dana Koni Takalar Di Sorot, Panitia Kejurda Tapak Suci Mandek Anggaran

Takalar InilahIndonesia.com- Kinerja tata kelola pendanaan olahraga daerah kembali menjadi sorotan setelah panitia pelaksana Kejuaraan Daerah (Kejurda) I Cabang Olahraga Pencak Silat Tapak Suci Kabupaten Takalar 2025.

Panitia pelaksana Menyampaikan kekecewaannya atas belum terealisasinya dana yang dijanjikan oleh pihak terkait .

Kegiatan Kejurda yang telah sukses diselenggarakan pada 6–7 September 2025 di Baruga Panrannuangku, Alun-Alun Kota Takalar, tersebut diikuti oleh para atlet Tapak Suci dari beberapa kabupaten .

Bacaan Lainnya

Ajang ini sejatinya menjadi ruang pembinaan prestasi sekaligus konsolidasi kekuatan atlet pencak silat di daerah.
Namun di balik keberhasilan penyelenggaraan, persoalan serius muncul pada aspek pendanaan.

Ketua panitia pelaksana, Sutrwati kemedia inilahindonesia.com (2/4/2025) mengungkapkan bahwa dana sebesar Rp10 juta yang sebelumnya dijanjikan oleh KONI hingga kini belum diterima oleh panitia.

“Pelaksanaan kegiatan sudah selesai, tetapi dana yang dijanjikan belum juga sampai ke tangan panitia. Akibatnya, sejumlah kewajiban, termasuk pembayaran utang kegiatan, dan honor panitia masih tertunda,” ujar Sutrawati.

Kondisi ini memunculkan pertanyaan mendasar terkait akuntabilitas dan konsistensi komitmen lembaga dalam mendukung kegiatan olahraga di tingkat daerah.

Keterlambatan atau bahkan tidak terealisasinya anggaran berpotensi merusak kepercayaan para pelaku olahraga, khususnya panitia dan atlet yang telah berkontribusi secara nyata dalam menyukseskan kegiatan.

Secara substantif, fenomena ini mencerminkan perlunya penguatan sistem tata kelola keuangan yang lebih transparan, terukur, dan bertanggung jawab.

Olahraga sebagai instrumen pembangunan sumber daya manusia semestinya mendapatkan dukungan yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga konkret dan tepat waktu.

Panitia berharap adanya klarifikasi dan penyelesaian segera dari pihak terkait, agar persoalan ini tidak menjadi preseden buruk bagi penyelenggaraan event olahraga di masa mendatang.

Lebih jauh, perbaikan sistem distribusi anggaran dinilai menjadi langkah krusial untuk menjaga keberlanjutan pembinaan atlet dan kredibilitas institusi olahraga di Kabupaten Takalar.

 

 

Pewarta: Dg Kulle/Tim media

Pos terkait