Takalar, inilahindonesia.com – Bupati Takalar Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye menerima penghargaan InTechSEA 2026 kategori Gold bidang Pangan.
Penghargaan tersebut diberikan sebagai apresiasi atas program dan kinerja strategis Pemerintah Kabupaten Takalar dalam memperkuat sektor pertanian dan ketahanan pangan daerah.
Penghargaan itu diserahkan dalam rangkaian Innovation Technology for Southeast Asia Awards (InTechSEA) 2026 yang digelar Universitas Hasanuddin (Unhas) di Four Seasons Hotel Jakarta, Capital Place, Jalan Jenderal Gatot Subroto Kav. 18, Kuningan Barat, Jakarta Selatan, Senin (14/9/2026).
InTechSEA 2026 merupakan ajang tahunan yang memberikan apresiasi kepada pemerintah daerah, institusi, maupun komunitas yang menghadirkan inovasi dan solusi nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
Untuk kategori nasional bidang pangan, subtopik yang menjadi perhatian adalah upaya menuju swasembada pangan.
Raihan Gold oleh Kabupaten Takalar menjadi bentuk pengakuan terhadap berbagai upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sektor pertanian, hortikultura, dan perkebunan sebagai pilar ketahanan pangan.
Bupati Takalar Daeng Manye menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas penghargaan tersebut.
Menurutnya, penghargaan itu bukan semata-mata pencapaian pemerintah daerah, tetapi merupakan hasil kerja bersama seluruh pihak yang berkontribusi dalam pembangunan sektor pangan.
“Ini bukan hanya penghargaan untuk pemerintah, tetapi untuk seluruh petani, penyuluh, dan masyarakat Takalar yang terus bekerja keras.
Semoga ini menjadi motivasi bagi kita semua untuk terus berinovasi dan meningkatkan produktivitas pertanian,” ujarnya.
Daeng Manye menegaskan, penguatan ketahanan pangan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah, petani, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan.
“Pembangunan pangan tidak bisa berjalan sendiri.
Harus ada sinergi antara pemerintah, petani, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan agar ketahanan pangan benar-benar terwujud,” tambahnya.
Capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Kabupaten Takalar untuk terus mengembangkan program pertanian yang berkelanjutan.
Sejumlah agenda yang menjadi perhatian ke depan meliputi peningkatan sarana produksi, pengembangan hilirisasi produk pertanian, serta penguatan kelembagaan kelompok tani.
Sementara itu, InTechSEA 2026 yang diinisiasi Universitas Hasanuddin mengusung semangat integrasi antara sains, teknologi, dan tanggung jawab sosial serta lingkungan.
Pewarta: A. Dg Kulle / Tim Med










