WARGA KELUHKAN PEMADAMAN LISTRIK HAMPIR SETIAP HARI, MINTA PENJELASAN RESMI PLN JENEPONTO

JENEPONTO, SULAWESI SELATAN inilahindonesia.com – Warga Desa Lentu, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, mengeluhkan seringnya terjadi pemadaman listrik dalam beberapa minggu terakhir.

Pemadaman dilaporkan terjadi hampir setiap hari, baik pada siang maupun malam hari, dengan durasi hingga berjam-jam tanpa adanya kepastian jadwal.

Kondisi tersebut mulai meresahkan masyarakat karena berdampak langsung terhadap aktivitas dan perekonomian warga.

Bacaan Lainnya

Sejumlah pelaku UMKM, usaha warung, serta usaha kecil lainnya mengaku aktivitas usahanya terganggu akibat pasokan listrik yang tidak stabil.
Tidak hanya sektor ekonomi, pemadaman listrik juga berdampak pada aktivitas rumah tangga dan pendidikan.

Anak-anak mengalami kesulitan belajar, terutama pada malam hari. Selain itu, peralatan elektronik milik warga juga berisiko mengalami kerusakan akibat pemadaman maupun aliran listrik yang tidak stabil.

Bahkan, fasilitas pelayanan publik seperti puskesmas dan layanan masyarakat lainnya turut berpotensi terdampak oleh kondisi tersebut.

Salah seorang warga Desa Lentu, Dg. Baji, menyampaikan keluhannya atas kondisi pemadaman listrik yang dinilai semakin sering terjadi.

Menurutnya, warga mengetahui bahwa Desa Lentu memang pernah masuk dalam jadwal pengaturan beban listrik oleh PLN ULP Jeneponto. Namun, masyarakat membutuhkan penjelasan yang lebih transparan mengenai alasan dan penyebab pemadaman yang terus berulang.

“Kami sudah melihat bahwa Desa Lentu memang pernah masuk dalam jadwal pengaturan beban PLN ULP Jeneponto. Namun, kami membutuhkan penjelasan yang transparan terkait kondisi ini,” ungkap Dg. Baji.

Warga berharap pihak PLN, khususnya PLN ULP Jeneponto, tidak mengabaikan keluhan masyarakat dan segera memberikan penjelasan resmi mengenai penyebab seringnya pemadaman listrik di wilayah Desa Lentu.

Masyarakat juga meminta adanya informasi yang jelas terkait jadwal pemadaman apabila memang dilakukan pengaturan beban, sehingga warga dapat mengantisipasi dan menyesuaikan aktivitas sehari-hari.

Bagi masyarakat, listrik bukan sekadar kebutuhan tambahan, melainkan sudah menjadi kebutuhan pokok yang menunjang pendidikan, perekonomian, kesehatan, dan pelayanan publik.

Warga berharap PLN segera melakukan evaluasi terhadap kondisi kelistrikan di Desa Lentu serta mengambil langkah konkret agar pemadaman listrik yang berulang tidak terus merugikan masyarakat.

 

Pewarta: S. Dg Ngawing/ Tim Med

 

Pos terkait