TAKALAR, inilahindonesia.com – Pembangunan jaringan Irigasi Daerah Irigasi (D.I.) Pamukkulu di Kelurahan Canrego, Pa’bundukang dan Desa Cakura, Kecamatan Polongbangkeng Selatan, Kabupaten Takalar, diduga belum tuntas meski masa pelaksanaan pekerjaan telah berakhir.
Proyek yang menelan anggaran sekitar Rp29,8 miliar tersebut diketahui merupakan program Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang dan dikerjakan oleh PT Jaya Etika Beton.
Pantauan di lapangan menunjukkan, pada sejumlah titik pekerjaan irigasi terlihat masih berupa galian tanah. Saluran yang seharusnya dilengkapi konstruksi pasangan batu belum seluruhnya terpasang.
Dalam dokumentasi lapangan yang diterima, tampak saluran irigasi memanjang dengan kondisi sisi saluran masih berupa tanah galian dan belum terlihat pasangan batu sebagai bagian konstruksi utama.
Sejumlah warga mengaku kecewa dengan kondisi tersebut. Salah seorang warga Polongbangkeng Selatan, Daeng Rate, menyebut masih terdapat beberapa bagian jaringan irigasi yang belum diselesaikan.
“Kurang lebih masih ada sekitar 3,5 kilometer yang belum dipasang batu. Salurannya sudah digali, tetapi belum dilanjutkan ke pekerjaan pasangan,” ujarnya, Selasa (23/6/2026).
Ia merinci, wilayah Kelurahan Canrego dan Pa’bundukang sekitar 2 kilometer masih belum rampung, sementara di Desa Cakura diperkirakan sekitar 500 meter masih dalam kondisi belum selesai.
Menurut warga, keterlambatan penyelesaian pekerjaan tersebut dapat berdampak terhadap kebutuhan air pertanian, mengingat masyarakat sangat bergantung pada fungsi jaringan irigasi.
“Petani berharap pekerjaan ini segera dituntaskan agar manfaatnya bisa dirasakan. Jangan sampai anggaran besar tetapi tidak bisa dimanfaatkan maksimal,” kata Daeng Rate.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, proyek tersebut memiliki nilai kontrak Rp29.826.844.000 yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025 dengan cakupan pekerjaan di Kecamatan Polongbangkeng Selatan dan Kecamatan Mangarabombang.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak kontraktor PT Jaya Etika Beton belum memberikan keterangan resmi. Upaya konfirmasi kepada perwakilan perusahaan, Deni, masih belum mendapatkan respons.
Pemerintah dan instansi terkait diharapkan melakukan evaluasi serta memastikan pekerjaan infrastruktur yang menggunakan anggaran negara tersebut dapat diselesaikan sesuai spesifikasi dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Pewarta: A. Dg Kulle/Tim Med







