TAKALAR, inilahindonesia.com – Pemerintah Kabupaten Takalar terus mendorong penguatan ekosistem dan pelestarian lingkungan di kawasan pesisir. Hal itu ditandai dengan pelepasan perdana burung oleh Bupati Takalar, Ir. H. Mohammad Firdaus Daeng Manye, di Pulau Sanrobengi, Kecamatan Galesong, Minggu (28/6/2026).
Pelepasan burung tersebut merupakan bagian dari program penghijauan dan pelestarian alam Pulau Sanrobengi, dengan target sebanyak 10.000 ekor burung yang akan dilepas secara bertahap.
Ribuan burung yang dilepas merupakan sumbangan dari sejumlah desa di wilayah Kecamatan Galesong sebagai bentuk kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan dan upaya menjadikan Pulau Sanrobengi sebagai kawasan yang lebih hijau, nyaman, dan memiliki daya tarik wisata.
Bupati Takalar Mohammad Firdaus Daeng Manye menyampaikan bahwa pelestarian Pulau Sanrobengi membutuhkan keterlibatan semua pihak, bukan hanya pemerintah, tetapi juga masyarakat.
“Pulau ini adalah aset daerah yang harus dijaga bersama. Dengan lingkungan yang asri, ekosistem terjaga, dan pengelolaan yang baik, Sanrobengi bisa menjadi ikon wisata serta memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ujarnya.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperbaiki tata kelola Pulau Sanrobengi agar lebih tertata, bersih, dan berkelanjutan.
program pelepasan burung ini tidak sekadar menjadi simbol kepedulian lingkungan, tetapi harus diikuti dengan pengelolaan kawasan secara serius.
“Pemulihan ekosistem harus berjalan seimbang dengan perencanaan wisata, kebersihan, dan perlindungan habitat. Jika konsisten, Sanrobengi dapat menjadi contoh pengelolaan pulau kecil berbasis konservasi dan ekonomi masyarakat,” katanya
Dengan pelepasan burung secara bertahap hingga mencapai target 10.000 ekor, Pulau Sanrobengi diharapkan semakin hijau, asri, dan menjadi destinasi unggulan Kabupaten Takalar.
Pewarta: A. Dg Kulle/ Tim Med







