KONI Takalar Selesaikan Polemik Kejurda Secara Persuasif

Takalar, InilahIndonesia.com — Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Takalar berhasil menyelesaikan polemik internal terkait pendanaan Kejuaraan Daerah (Kejurda) I cabang olahraga Pencak Silat Tapak Suci Tahun 2025 melalui pendekatan persuasif dan dialog terbuka.

Penyelesaian tersebut dipimpin langsung oleh Ketua KONI Takalar, Kompol Alauddin Torki, dalam rapat mediasi yang berlangsung pada Sabtu, 25 April 2026, di Sekretariat KONI Takalar. Rapat ini melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk Ketua Panitia Kejurda Sutrawati, Ketua Tapak Suci Takalar H. Hamza, serta perwakilan Muhammadiyah Takalar.

Polemik yang sempat mencuat ke publik berkaitan dengan alur distribusi anggaran dari KONI kepada pihak Tapak Suci, yang diduga tidak sepenuhnya diteruskan kepada panitia pelaksana. Situasi ini sempat memicu dinamika internal yang berpotensi mengganggu soliditas organisasi olahraga di daerah.

Bacaan Lainnya

Melalui forum mediasi tersebut, seluruh pihak diberikan ruang yang setara untuk menyampaikan klarifikasi secara terbuka dan proporsional. Dialog yang berlangsung konstruktif akhirnya menghasilkan kesepahaman bersama untuk menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan, sekaligus menjaga marwah organisasi.

Ketua KONI Takalar, Kompol Alauddin Torki, menegaskan bahwa penyelesaian ini merupakan bagian dari tanggung jawab moral dan kelembagaan dalam menjaga integritas organisasi.

“KONI bukan sekadar institusi administratif, tetapi juga penjaga nilai-nilai sportivitas, transparansi, dan akuntabilitas. Setiap dinamika harus disikapi dengan kepala dingin, mengedepankan dialog, serta menjunjung tinggi semangat persatuan,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya tata kelola anggaran yang terbuka dan profesional demi menjamin keberlangsungan pembinaan atlet.

“Kami ingin memastikan tidak ada ruang bagi kesalahpahaman yang berlarut. Semua pihak harus kembali pada komitmen memajukan olahraga dengan integritas. Ini menjadi pelajaran kolektif untuk memperkuat tata kelola organisasi ke depan,” tambahnya.

KONI Takalar turut mengapresiasi sikap kooperatif seluruh pihak yang memilih jalur musyawarah dalam menyelesaikan persoalan. Dengan berakhirnya polemik ini, diharapkan seluruh elemen olahraga di Takalar dapat kembali fokus pada pembinaan prestasi serta memperkuat sinergi demi kemajuan olahraga daerah yang berkelanjutan.

 

 

Pewarta: Ardi Kulle / Tim Med

Pos terkait