Takalar, InilahIndonesia.com- Polemik rencana pembangunan kawasan industri di Desa Laikang, Kecamatan Laikang, Kabupaten Takalar, terus memicu gelombang penolakan dari masyarakat. Kamis, 30/4/2026.
Aksi demonstrasi yang dilakukan warga yang tergabung dalam aliansi APPAMALLA telah berlangsung hingga empat kali, dengan titik aksi di Kantor Desa Laikang, Kantor Pemerintah Daerah Takalar, dan Gedung DPRD Kabupaten Takalar.
Dalam aksi terakhir, situasi sempat memanas ketika pagar yang dipegang massa tiba-tiba runtuh. Hingga kini, belum jelas apakah kejadian tersebut disebabkan oleh kondisi pagar yang sudah rapuh atau faktor lainnya.
Namun demikian, peristiwa tersebut justru dibesar-besarkan oleh pihak Pemerintah Daerah Takalar dengan melaporkan warga yang terlibat aksi ke pihak kepolisian.Langkah tersebut menuai kecaman keras dari Karang Taruna Desa Laikang.
Masyarakat menilai tindakan pemda mempolisikan warga yang menyampaikan aspirasi adalah bentuk ketidakpekaan terhadap keresahan rakyatnya sendiri.
Warga menegaskan bahwa penolakan terhadap pembangunan kawasan industri bukan tanpa alasan, melainkan karena kekhawatiran nyata terhadap ancaman terhadap mata pencaharian mereka sebagai pembudidaya rumput laut, lobster, lawi-lawi, serta nelayan yang dinilai tidak dapat berdampingan dengan aktivitas industri.
Secara etika kepemimpinan, Karang Taruna Desa Laikang menilai bahwa kepala daerah seharusnya hadir di tengah masyarakat untuk memberikan penjelasan secara terbuka terkait rencana pembangunan tersebut, bukan justru mengambil langkah represif dengan mempidanakan warganya atas insiden yang masih dipertanyakan.
Atas dasar itu, Pengurus Karang Taruna Desa Laikang secara tegas mengecam sikap Pemerintah Daerah Takalar dan menyerukan kepada seluruh elemen masyarakat untuk menolak segala bentuk aktivitas dan kunjungan Bupati Takalar ke Desa Laikang.
Seruan ini merupakan bentuk protes atas kebijakan yang dinilai tidak berpihak kepada masyarakat serta tindakan kriminalisasi terhadap warga yang memperjuangkan ruang hidupnya.
Pewarta: Syamsuddin/ Tim Med







